Testimoni Mustaqim, S.Farm., Apt. (Santri Abah Amdjad Al Hafidz)

Testimoni Asmaul Husna Apr 15, 2016 No Comments

Alhamdulillah, penulis marasa sangat bersyukur dipertemukan dengan guru sekaligus seseorang yang penulis anggap ayah, Drs. KH. Amdjad Al Hafidh, M.Pd. Tepatnya pada tahun 2001, ketika penulis menempuh pendidikan farmasi di Universitas Wahid Hasyim Semarang. Saat itu pula penulis nyantri kepada beliau di Ponpes LUHUR Wahid Hasyim (PPLWH), utamanya bidang tartil dan tahfidh Alqur’an.

Biasanya sebelum mengaji di PPLWH, selalu dimulai dengan membaca al asma-ul husna, juga setelah jama’ah sholat. Mungkin karena itu pulalah para santri hafal al asma-ul husna. Berkat rahmat dan ridho Allah, banyak hal menyenangkan yang memang datang tak terduga, berbagai kemudahan, baik moral maupun material. Rasa syukur dan sabar menjadi sifat dan sikap yang selalu terwujud dari hati. Bahkan bersyukur saat diberi musibah, karena adanya keyaqinan akan adanya hikmah dibaliknya.

Sebagai anak dari desa dengan penghasilan orang tua yang pas-pasan dan jumlah yang tak pasti, juga mempunyai adik-adik yang masih menempuh pendidikan, penulis hanya menerima apa yang diberikan oleh orang tua, tidak minta yang memberatkan mereka. Bahkan seringkali ketika penulis pulang ke Kendal karena kangen dan untuk menambah uang saku harian maupun biaya kuliah, namun hanya diberi uang ongkos untuk berangkat ke Semarang. Namun hati tak pernah resah, gelisah maupun khawatir. Karena yaqin bahwa Allah pasti memberi jalan kemudahan. Bagi penulis, ridlo dan doa kedua orang tua adalah hal yang paling utama.

Hal lain yang juga merupakan barokah dan rahmat Allah adalah saat penulis selesai menghafal Alqur’an, dan menyelesaikan pendidikan profesi apoteker, tiba-tiba terlintas di benak untuk menunaikan ibadah haji dengan jalan bekerja sesuai profesi di Arab Saudi. Alhamdulillah, sebulan setelah itu dipertemukan jalan, akhirnya bisa berangkat tanpa biaya, praktis hanya mengeluarkan biaya check up kesehatan sebesar tiga ratus ribu rupiah. Sambil menunggu administrasi selesai, Alhamdulillah diminta agar mengajar di SMK Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang selama satu tahun. Akhirnya bersyukur, tujuan menunaikan ibadah haji pun tercapai.

Bagi penulis, begitulah Allah menguji dan selalu menguji hambaNya yang beriman. Dengan membaca al asma-ul husna secara kontinyu, setiap saat dan setiap waktu, utamanya setiap ba’da sholat lima waktu, hati senantiasa bertambah yaqin dan mantap, kalimah laa ilaaha illallaah muhammadur rosuulullaah semakin kuat tertancap, dalam relung hati yang terdalam. Cepat atau lambat, insya Allah pasti hilang segala sifat buruk, seperti sombong, ujub, sum’ah, dan riya’, dll. Senantiasa hadir sifat baik, ikhlas, sabar, syukur, tawadlu’,dan taqwa yang nyata, kapan dan dimana pun kita berada.

Semoga sekelumit kisah ini bisa menambah semangat beribadah bagi pembaca pada umumnya, dan penulis pada khususnya, dengan ma’unah dan taufiq dari Allah subhanahu wa ta’ala.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *