Testimoni Pengasuh Mujahadah Asmaul Husna : KH. Amdjad Al Hafidh, M.Pd

Testimoni Asmaul Husna Apr 15, 2016 No Comments

Mujahadah ini bermula dari penyusun yang sejak kecil hidup di desa, penuh dengan kemiskinan dan derita, terutama menyangkut ekonomi. Sehingga sejak kecil sekolah sambil membantu pekerjaan orang tua yang pada saat itu menjadi bengkel sepeda motor kecil-kecilan. Penghasilan jauh dari cukup. Sementara ingin sekali kuliah di perguruan tinggi, tetapi biaya tidak ada dan keinginan lainnya yang juga tidak terlaksana, akhirnya susah, gelisah, stress, dan putus asa, serasa kecewa mengapa hidup di dunia. Lalu mengadakan penelitian doa-doa, mencari yang paling mujarab itu apa. Macam-macam doa dicoba, hizib-hizib di wirid ternyata belum kelihatan hasilnya. Tahun 1971 kebetulan ada yang membiayai kuliah, tempat semula di Yogya pindah Semarang tetapi masih susah juga.

Baru ketika bulan Januari tahun 1990 mencoba membaca Al Asmaul Husna siang dan malam tanpa hitungan, di rumah maupun di perjalanan. Setelah berjalan 6 bulan yakni sampai bulan Juni 1990 ternyata ada perubahan yaitu rasa gelisah, susah, stress dan putus asa hilang musnah. Muncul rasa gembira timbul gairah hidup dan kemantapan menghadapi masa depan yang cerah ceria. Lalu timbul pemikiran untuk mengajak jama’ah kiri kanan. Orang pertama yang diajak adalah Bp. Rifa’I Jl. Bledak Anggur 1/15 Perumnas Tlogosari bertempat di Masjid Haudlul Jannah. Taman Bledak Kantil untuk pertama kalinya diikuti 25 orang peserta, waktu sabtu malam Ahad jam 22.00 dan sejak itulah terus berlanjut sampai sekarang dan telah menyebar ke penjuru Nusantara. Adapun jumlah yang dibaca adalah 7 kali Al Asmaul Husna.

Pada malam tanggal 1 Muharrom th. 1421 H, Jama’ah Malangsari Kel. Tlogosari Kulon yang diprakarsai oleh Sdr. Nahrowi mencoba membaca dengan jumlah 99x, makan waktu sekitar 2 jam lamanya. Dan disepakati untuk diadakan di setiap Ahad malam Senin, minggu ketiga. Setelah sekitar 5 bulan lamanya, timbul rasa rindu tidak sabar menunggu bulan berikutnya, maka diadakan lagi mujahadah serupa minggu kedua, di Masjid Al Kautsar Taman Gusti Putri. Ternyata rasa cinta dan rindu terus saja, akhirnya diadakan setiap minggunya. Selanjutnya bacaan rutin Al Asmaul Husna yang semula 7x meningkat menjadi 33x.

Karena banyaknya kenikmatan yang diterima, lalu disepakati untuk mengadakan tasyakuran dengan membaca 999x, yakni pada hari Sabtu tanggal 31 Maret 2001 / 6 Muharrom 1422 tepatnya dimulai setelah Sholat Ashar sampai Subuh hari Ahad. Kecintaan pada Al Asmaul Husna makin bertambah, jadilah mujahadah Al Asmaul Husna berjalan terus hingga sekarang dan semoga tetap terus ada mujahadah Al Asmaul Husna dimana-mana sepanjang masa selamanya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *